4 Hewan Ini Terbukti Bisa Memicu Kecelakaan Pesawat

Kecelakaan Pesawat

Hewan Ini Terbukti Bisa Memicu Kecelakaan Pesawat, Penerbangan maskapai Emirates dibatalkan oleh seekor ular dengan nomor penerbangan EK0863 dari Oman ke Dubai.

Seperti dikutip dari Liputan6.com, Ular tersebut ditemukan oleh petugas bagasi di kargo, sebelum penumpang-penumpang menaiki pesawat.

Untuk menghindari perihal yang tidak diinginkan, pesawat sempat diperiksa sebelum akhirnya diizinkan terbang kembali. Dan burung besi tersebut pun mendarat dengan selamat di tempat tujuan.

Ini bukan kali pertama terjadi inovasi ular di pesawat. Pada November tahun lalu, penumpang satu maskapai domestik di Meksiko dibuat panik dengan kemunculan ular yang turun dari kompartemen di atas kepala penumpang.

Baca juga : 7 Hilangnya Pesawat Paling Misterius di Dunia

Pada tahun 2013 lalu, satu ular piton ditemukan berada di sayap pesawat dengan rute penerbangan Cairns menuju Port Moresby, Papua Nugini.

Tidak cuma ular yang keberadaannya bisa mengganggu satu penerbangan. Sejumlah hewan lain juga pernah menimbulkan gangguan bahkan memantik insiden maut dalam pesawat.

Berikut di antaranya, seperti kutip dari Daily Mail :

 1 Buaya

Hewan yang memicu kecelakaan pesawat yang pertama adalah buaya. Ada beberapa alasan kenapa penerbangan Filair pada dua puluh lima Agustus 2010 di Kongo berakhir celaka.

Laporan menyebut, insiden dipicu kepanikan yang terjadi dampak buaya selundupan yang lepas dari tas olahraga besar yang dibawa salah satu penumpang.

Kala tersebut pesawat dalam penerbangan dari Kota Kinshasa ke bandara di Bandundu.

Sontak, penumpang yang berada dalam pesawat terkejut. Pramugari yang pertama kali melihat hewan itu langsung lari ke bagian kokpit dan diikuti seluruh penumpang pesawat, demikian menurut satu-satunya korban yang selamat.

Baca juga : 10 Pesawat Tempur Tercanggih di Dunia

Tak ayal, pesawat yang tak seberapa gede itu pun oleng. Pilot Chris Wilson (39) dan Danny Philemotte (62) mati-matian mengendalikan beban pesawat yang timpang. Tetapi, usaha mereka gagal.

Pesawat buatan Ceko L-410 Mari Turbolet tersebut alhasil jatuh dan menghantam rumah yang dalam kondisi kosong, yang berjarak cuma sejumlah ratus meter dari tujuan.

Kopilot, Chris Wilson (39) dan pilot Danny Philemotte mati seketika bersama 17 orang lainnya saat pesawat jatuh. Total 19 orang mati waktu itu.

Penyelidik insiden pesawat, asisten koroner David Dooley membaca surat elektronik dari ayah Chris Wilson, Rob pada pejabat Kongo terkait spekulasi buaya di dalam penerbangan.

“Ada video yang ditaksir menunjukkan buaya dibawa keluar dari pesawat,” seperti tercatat dalam surat tersebut.

Mengutip keterangan saksi mata, Rob Wilson menulis, binatang buas itu membuat salah satu pramugari ketakutan dan berlari ke arah kokpit. Langkahnya tersebut diikuti penumpang lain.

“Perubahan berat yang dipicu kepanikan berefek pada pesawat dan membuatnya jatuh.”

Ironisnya, buaya yang menyebabkan kecelakaan pesawat tersebut justru selamat. Tapi, alhasil dibunuh juga oleh regu penyelamat.

 2 Tawon

Hewan yang memicu kecelakaan pesawat kedua adalah Tawon. Kawanan lebah memaksa pesawat milik maskapai Allegiant mendarat darurat pada April 2014.

Ketika menabrak segerombolan tawon, Las Vegas menuju Dulut ditinggalkan oleh allegiant Air Penerbangan 448 baru saja Ada sekitar seratus enam puluh penumpang di dalam pesawat itu.

Insiden itu membuat lebah-lebah menutupi kaca depan kokpit dan kemudian mulai tersedot di mesin. Beberapa penumpang mengaku mencium bau seperti sulfur. Kepanikan pun terjadi.

Tidak lama lalu pilot memutuskan untuk kembali. Beberapa penumpang menyangka pilot sedang bercanda saat menyebut, keputusan itu diakibatkan ulah para lebah.

“Tidak pernah terjadi sebelumnya. Kami menabrak ribuan tawon”, kata salah satu penumpang, Misty Newman.

“Ketika kami mendarat damkar dan polisi sudah menanti di landasan”, tambah ia.

 3 Anjing

Hewan yang memicu kecelakaan pesawat adalah anjing. Pada 2009, pesawat Express Air jenis Dornier tiga ratus dua puluh delapan mengalami insiden di Bandara Tanah Merah, Kabupaten Digul, Papua.

Gara-garanya, pesawat terbang itu terpaksa berbelok ke kanal saat pendaratan, menghindari anjing yang berlari ke landasan.

Baling-baling kanan pesawat patah menghantam tanah. Lantaran terperosok di pinggir landasan, sementara, roda depan dan kanan patah Sayap kanan pun mengalami kerusakan cukup parah.

Awak pesawat dan penumpang yang berjumlah tiga puluh orang pun cepat-cepat kabur dari pesawat yang rusak.

Anjing yang berkeliaran di dalam pesawat bahkan pernah memicu insiden maut.

Pada 1976, hewan peliharaan tanpa pengaman saat terbang ditinggalkan oleh pemiliknya German Shepherd dengan pesawat milik maskapai Grand Canyon Air Penerbangan 32-40443.

Selama penerbangan di Denver, anjing itu lalu memasuki kokpit.

Ulah hewan itu membuat pesawat celaka jelang pendaratan. Tragisnya, 3 orang mati seketika karenanya.

 4 Burung Bangkai

Hewan yang memicu kecelakaan pesawat yang terakhir adalah burung. Adegan ‘berdarah’ terjadi dalam penerbangan satu pesawat pribadi tahun kemudian, ketika burung bangkai menabrak kaca depan pesawat terbang itu.

Kejadian terjadi saat pesawat lepas landas dari Bandara Marechal Cunha Machado di Sao Luis, Brasil pada Juli 2016 kemudian.

Kerasnya hantaman tubuh burung bangkai memecahkan jendela, membuat beberapa orang di dalam pesawat terciprat darah bercampur bulu.

Efek lubang di jendela kokpit, pendaratan darurat dilakukan oleh pesawat terpaksa.

Sementara, atap persawat dipenuhi bagian-bagian burung bangkai. Sang kapten terlihat shock bukan kepalang.

Ia berusaha menyeka bagian tubuh burung bangkai tersebut yang menempel di tubuhnya.

Peristiwa serupa terjadi di Spanyol dan makan korban jiwa.

Aparat Spanyol menyebut, tiga warga negara Prancis mati saat pesawat kecil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan burung bangkai pada Mei 2016.

Dalam pernyataannya, pemerintah regional Navarra menyebut, 2 laki-laki dan satu perempuan mati saat pesawat yang mereka naiki menukik ke celah antara 2 rumah di Arbizu.

Sebelum insiden terjadi, pesawat nahas itu menabrak burung bangkai

Perahu terbang tersebut terbang dari Coimbra di Portugal ke Dax di Prancis selatan.

Meskipun tidak ada korban jiwa dan luka, sejumlah masyarakat mendapat perawatan sebab mengalami shock.

Facebook Comments

Republished by Blog Post Promoter

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top