10 Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia

10 Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia

10 Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia, Kita ketahui bahwa selama ini cuaca memiliki kekuatan untuk mengubah arah dari suatu peristiwa. Seperti meletusnya Gunung Tambora yang menyebabakan lebih dari 100.000 korban jiwa, serangan nuklir pertama di Kota Hirosima sampai kekalahan Armada Spanyol pada Tahun 1558.

Seperti yang dikutip dari situs u.msn.com, berikut 10 kondisi cuaca yang mengubah sajarah :

 1  Letusan Gunung Tambora

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Sekitar 2 abad lalu Indonesia menjadi perbincangan masyarakat dunia akibat letusan gunung Tambora di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Letusan gunung Tambora menjadi perbincangan masyarakat dunia karena skala letusan yang besar serta efek yang ditimbulkan. Dalam hitungan skala letusan gunung berapi atau disebut Volcano Explosivity Index (VEI), letusan gunung Tambora masuk dalam skala 7 dari maksimal 8. Letusan ini bahkan lebih dahsyat dari letusan gunung Krakatau yang masuk dalam skala 6.

Efek dari letusan gunung Tambora bahkan bisa dirasakan di sebagian besar belahan bumi bagian utara. Tidak hanya di Asia, tapi juga di Amerika hingga Eropa. Puncak letusan gunung Tambora terjadi pada sekitar April 1815. Ketinggian Gunung Tambora yang awalnya mencapai 4.300 mdpl tinggal menyisakan 2.851 mdpl, sehingga mengisahkan kondisi cuaca terburuk pada saat itu.

Baca juga : Satelit Cuaca Tercanggih diluncurkan Ke Luar Angkasa

Vulkanolog dari Cambridge University, Clive Oppenheimer dalam bukunya “Eruptions that Shook the World” memperkirakan, 60.000-120.000 nyawa terenggut, baik secara langsung oleh awan panas, tsunami maupun tak langsung serta akibat kelaparan dan wabah penyakit yang berjangkit berbulan-bulan kemudian.

 2  Serangan Nuklir ke Kota Hiroshima dan Nagasaki

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang Dunia II terhadap kekaisaran Jepang oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman. Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir “Little Boy” dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom nuklir “Fat Man” di atas Nagasaki. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya serangan nuklir yang pernah terjadi.

Bom atom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom. Pada kedua kota, mayoritas yang tewas adalah penduduk.

Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II. (Jerman sudah menandatangani menyerah pada tanggal 7 Mei 1945, mengakhiri teater Eropa.) Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, melarang negara itu memiliki senjata nuklir.

 3  Kekalahan Armada Spanyol Pada Tahun 1558

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Kondisi cuaca buruk dipercaya sebagai penyebab utama kekalahan Armada Spanyol pada tahun 1588. Saat Phillip II dari Spanyol berlayar untuk menginvasi Inggris dan menjungkirkan Ratu Elizabeth I serta Protestantisme, sebuah badai atlatik menganggu rencana mereka dan membuat bala tentara Spanyol kelaparan dan terluka saat 26 kapal mereka karam. Armada kapal tersebut harus kembali ke Spanyol tanpa hasil apa pun.

 4  Revolusi Perancis

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Revolusi Prancis dipercaya telah dipicu, termasuk faktor-faktor lainnya, oleh perubahan iklim pada saat itu. Pertama, periode musim dingin panjang memengaruhi gagal panen di negara itu. Kedua, erupsi dari gunung berapi Islandia – Laki – diantara Juni 1783 dan Februari 1784 menyebabkan pergolakan suhu udara. Dan akhirnya, efek El Nino diantara tahun 1788 dan 1794 juga dipercaya memegang peranan penting.

 5  Perburuan Penyihir Salem

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Salah satu peristiwa paling mengerikan yang tercatat dalam sejarah berhubungan dengan polah cuaca. Saat dalam masa cuaca dingin ekstrim, yang dikenal dengan nama Little Ice Age, masyarakat menuduh para wanita yang melakukan prosesi sihir, menyalahkan mereka akan gagal panen dan keadaan ekonomi yang sedang jatuh.

Peristiwa The Salem Witch Trial merupakan kejadian dimana ratusan penduduk kota Salem yang dituduh melakukan praktek sihir, ditangkap, diadili, dan dihukum secara kejam. Mereka dituduh melakukan praktek sihir tanpa bukti yang jelas. Mereka dituduh karena mengalami penyakit aneh yang dianggap . . . . . . sebagai akibat dari ilmu sihir.

Akhirnya pada tahun 1697, pengadilan kota mengakui kesalahan telah memenjarakan dan menghukum mati banyak orang tanpa bukti yang jelas.

Kini, kota Salem menjadi sebuah kota wisata yang sarat akan nilai supranatural. Pengunjung kota Salem dapat mengenang peristiwa ini dengan mengujungi The Witch House, rumah milik Hakim Jonathan Corwin, salah satu hakim dalam peristiwa The Salem Witch Trials. Bangunan ini sekarang menjadi milik Departemen Taman dan Rekreasi kota Salem dan dijadikan tujuan wisata yang dilengkapi dengan program tur keliling, wisata sejarah, dan wisata arsitektur.

 6  Perang Waterloo Pada Tahun 1815

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Battle of Waterloo adalah salah satu perang terbesar di dunia. Di perkirakan ada sekitar 300 hingga 400 ribu pasukan yang terlibat dalam perang yang mempertaruhkan nasib Eropa. Perang ini melibatkan hampir seluruh kekuatan perang se-seantero Eropa, dari Inggris di Barat, Russia di utara, dan Turki (dulu namanya masih Ottoman Empire) di Timur, semuanya bentrok di Waterloo. Perang dalam skala lebih besar tersebar dimana-mana sampai ke Afrika dan Asia, namun Battle of Waterloo ini yang jadi penentu, karena di Waterloo pusat kekuatan yang berperang ini bertemu.

Pada perang Waterloo, perang yang akhirnya mengalahkan Napoleon, terlihat bahwa cuaca juga memainkan peranan penting. Hujan besar yang turun sehari sebelum perang berlangsung membuat daratan basah dan berlumpur. Taktik perang Napoleon yang termasuk menggunakan meriam, gagal besar. Kemudian saat Duke Wellington bersekutu dengan tentara Prusia, Kaisar Prancis ini akhirnya dapat dikalahkan dan kemudian diasingkan.

 

 7  Kublai Khan Dan Kamikaze

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Cucu pria dari Genghis Khan, Kublai Khan memimpin dua usaha penaklukan Jepang pada 1274 dan 1281, namun keduanya alami kegagalan karena faktor cuaca. Saat usaha penaklukan pertama gagal karena cuaca buruk dan jeleknya rancangan kapal, kegagal kedua terjadi karena angin keras yang para penduduk Jepang sebut dengan nama “Kamikaze”.

 8  Invasi Jerman Terhadap Rusia Tahun 1941

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Hitler tidak menduga bahwa musim dingin di Rusia dapat memutarbalikkan rencananya menaklukkan Rusia. Pada September 1941, bala tentara Jerman yang penuh percaya diri menginvasi Rusia dan berharap dapat menaklukkannya dengan cepat. Namun, mereka sangat tidak siap menghadapi musim dingin kejam yang melanda negara tersebut dan menelan korban jiwa 734 ribu nyawa selama 5 bulan pertama. Pada akhirnya, kekalahan besar ini menjadi titik balik bagi Perang Dunia II.

 9  Pertempuran Long Island Tahun 1776

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Meskipun pada akhirnya George Washington kalah dalam pertempuran ini, namun dia berhasil lolos untuk bertempur lagi di lain waktu berkat kondisi cuaca. Saat pasukan Inggris semakin banyak, kuat dan akan menduduki Kota New York pada 1776, Washington menggunakan kesempatan yang muncul bersamaan dengan munculnya kabut tebal dan berhasil melarikan diri untuk keselamatan hidupnya.

 10  Akhir Dari Kerajaan Napoleon

Kondisi Cuaca Yang Mengubah Sejarah Dunia
Apa yang dialami oleh Hitler di Rusia pada abad ke-20, pernah juga dialami oleh Napoleon pada tahun 1812. Bala tentara Prancis yang besar berkurang hampir setengahnya saat suhu udara jatuh ke -40 derajat celcius (-40 derajat Fahrenheit), akibat kondisi cuaca ini para tentara harus bertempur melawan gigitan hawa dingin dan kelaparan.

Dennis Davydov, seorang tentara Rusia yang juga seorang pujangga, menerbitkan artikel berjudul “Apakah suhu dingin yang menghancurkan tentara Prancis pada tahun 1812?” Kekalahan ini menandai kemunculan Rusia sebagai kekuatan Eropa dan awal kejatuhan era Napoleon.

Facebook Comments

Republished by Blog Post Promoter

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
==[Close Klik 2x]==