Kota Piramida Yang Dibangun 5000 Tahun Silam

Kota Piramida yang Dibangun 5000 Tahun Silam

“Caral” Kota Piramida yang Dibangun 5000 Tahun Silam, Caral adalah salah satu dari 18 pemukiman yang telah teridentifikasi di lembah Supe, seluas sekitar 65 hektar. Terletak di teras gurun kering yang menghadap ke lembah subur Sungai Supe. Situs yang sangat terawat baik ini mengesankan dalam hal desain dan kompleksitas arsitektur.

Rencana kota dan beberapa fitur-fiturnya, termasuk struktur piramida dan tempat tinggal kaum elit, menunjukkan bukti yang jelas dari fungsi seremonial, menandakan ideologi agama yang kuat.

Pusat kompleks Caral terdiri dari pusat area publik dengan enam piramida besar (gundukan-gundukan panggung) yang diatur di sekitar plaza besar. Gundukan terbesar, yang terletak di posisi yang mendominasi dalam rencana kota Caral, adalah setinggi 60 kaki dan berukuran 450 x 500 kaki di dasarnya, yang meliputi wilayah hampir seukuran empat lapangan sepak bola.

Dari puncak piramida besar ini, penguasa Caral akan mampu untuk memantau seluruh kota. Sebuah tangga selebar 29 kaki menuju serangkaian kamar-kamar kecil, yang meliputi atrium dan sebuah altar suci. Ruang altar memiliki lubang kecil di lantai, yang mengidikasikan bahwa dulunya para korban dibakar.

Arsitektur publik memiliki tangga, kamar, halaman, sebuah amphitheater, dan tiga plaza cekung. Kamar besar di bagian atas piramida untuk para elit, kompleks di permukaan tanah untuk para pengrajin, dan tempat tinggal kecil terpencil untuk para pekerja.

Secara total, diperkirakan bahwa Caral berpenduduk sekitar 3.000 orang. Para peneliti percaya model kota piramida itu digunakan oleh banyak peradaban yang muncul setelah Norte Chico.

Baca juga : Ditemukan Kota Bawah Tanah Berusia 5.000 Tahun

Lembah Supe, yang terletak 200 mil utara dari Lima di pantai Pasifik Peru, disurvei pada tahun 1905 oleh arkeolog Jerman Max Uhle, yang mengungkapkan penemuan arkeologi pertama di daerah itu. Namun, tidak sampai beberapa dekade kemudian penggalian skala penuh berlangsung, mengungkapkan dasar gunung es yang sangat besar.

Pada 1970-an, arkeolog menemukan bahwa apa yang awalnya diidentifikasi sebagai sebuah bukit bentukan alam, ternyata adalah benar-benar . . . . . . sebuah piramida, dan di 1990-an, kota piramida “Caral” sepenuhnya telah diungkap.

Tapi kejutan besar lain datang pada tahun 2000, penanggalan radiokarbon yang dilakukan pada buluh tasyang  ditemukan di situs mengungkapkan bahwa Caral bertanggal kembali ke periode Archaic Akhir yang dimulai sekitar 3.000 SM. Caral sekarang telah memberikan bukti yang paling luas dari masyarakat awal yang kompleks di Amerika.

Pada tahun 2001, Kota Suci Caral di Supe tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO
Meskipun penduduk Caral tidak mengenal keramik dan tembikar, namun mereka membangun monumen besar, termasuk piramida, plaza, amphitheatres, kuil, dan daerah pemukiman, memiliki pertanian ekstensif, makan makanan yang bervariasi, mengembangkan penggunaan tekstil, menggunakan sebuah sistem yang kompleks untuk menghitung dan mencatat, pasokan air dibangun, dan mengembangkan sistem irigasi yang rumit.

Mereka berdagang secara luas dengan masyarakat tetangga, setidaknya sejauh hutan Amazon, yang dibuktikan dengan ukiran-ukiran monyet.

Menariknya, tidak ada bukti perang yang pernah ditemukan di Caral tidak ada struktur defensif, tidak ada senjata, dan tidak ada tubuh dengan luka kekerasan.

Arkeolog percaya rakyat Caral adalah budaya damai yang menghabiskan banyak waktu mempelajari langit, mempraktikkan agama mereka dan memainkan alat musik.

Facebook Comments

Republished by Blog Post Promoter

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top