Satelit Cuaca Tercanggih diluncurkan Ke Luar Angkasa

Satelit Cuaca Tercanggih

Satelit Cuaca Tercanggih diluncurkan Ke Luar Angkasa, sebuah Roket SpaceX telah diluncurkan pada hari Rabu waktu AS (11/2) yang membawa satelit AS ke luar angkasa terdalam untuk memantau badai matahari dan gambaran Bumi dari jarak sekitar kurang lebih 1.600.000 km.

Roket Falcon 9 bertingkat 22 ini diluncurkan dari tepi laut pada pukul 6.03 sore waktu AS atau sekitar 06.03 pagi Waktu Indonesia Barat tadi, dari Pangkalan Angkalan Udara Tanjung Canaveral di Florida.

Peluncuran sempat tertunda dikarenakan masalah pada sebuah sistem pelacak radar dan cuaca ketika ada angin kencang.

Baca juga : Inilah Pembangkit Listrik Bertenaga Laguna Pertama

Pada waktu peluncuran cuaca sangat cerah waktu itu, namun ombak laut yang tinggi membuat SpaceX membatalkan pengujian pendaratan tingkat pertama roket di lautan.

“Sayangnya kami tidak akan mampu berupaya memperbaiki tingkat pertama roket Falcon 9,” kata manajemen SpaceX seperti dikutip Reuters.

Roket yang membawa Observatorium Iklim Antariksa Dalam (DSCOVR) adalah misi bernilai 340 juta dolar AS sokongan NASA, badan cuaca AS (NOAA) dan Angkatan Udara.

DSCOVR akan menggantikan satelit pemonitor badai Matahari yang sudah berumur 17 tahun. Badai Matahari bisa mengganggu sinyal GPS, menghalangi komunikasi radio dan mempengaruhi jaringan listrik di Bumi.

DSCOVR sendiri membutuhkan 110 hari untuk mencapai orbit operasionalnya dalam mengeliling Matahari, atau hampir sekitar 1,6 juta km dari Bumi sehingga bisa berlaku sebagai pelampung cuaca yang bisa menjejak acaman aktivitas Matahari.

Misi awal satelit ini adalah menyediakan pandangan terus-menerus ke Bumi yang akan didistribusikan lewat Internet demi meningkatkan kepedulian lingkungan, seperti gambar “Biru Marmer” Bumi dari Apollo . . . . . . 17 pada 1970-an.

Satelit yang dinamai Triana itu mestinya sudah diluncurkan lewat pesawat ruang angkasa ulang alik, namun kemudian batal.

Triana menghabiskan waktu hampir satu dekade sebelum diperbarui dan dilahirkan kembali sebagai sebuah observatorium Matahari. DSCOVR memiliki dua sensor untuk memonitor Bumi guna melacak debu vulkanik, mengukur lapisan ozon dan memonitor kekeringan, banjir dan kebakaran.

Satelit ini juga akan mengambil gambar Bumi setiap dua jam sekali, yang akan diposting ke Internet. Sehingga memenuhi impian perlindungan lingkungan dari mantan wakil presiden Amerika Serikat Al Gore, yang menginisiasi proyek ini.

Sumber : http://www.antaranews.com

Facebook Comments

Republished by Blog Post Promoter

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
==[Close Klik 2x]==